Home » Kerajinan » Kerajinan tangan dari daun mangga

Kerajinan tangan dari daun mangga

Kerajinan tangan dari daun mangga

Kerajinan tangan dari daun mangga

Kerajinan tangan dari daun mangga

Kerajinan tangan dari daun mangga – Kerajinan tangan dari daun mangga Sebaiknya memilih daun mangga yang berjatuhan di tanah, mulai dari yang berwarna kuning sampai cokelat yang benar-benar kering. Ukuran daun disesuaikan kebutuhan Anda. Daun yang masih berwarna hijau juga bisa digunakan, hanya membutuhkan waktu lebih lama ketika perebusan (dikarenakan di dalamnya masih banyak ternyimpan zat hijau daun). Sebaiknya dibiarkan dulu sampai daun berwarna cokelat.

Bahan Kerajinan tangan dari daun mangga

  • Kompor
  • Baskom/ember plastilk
  • Panci
  • Gayung air
  • Pengaduk/sendok makan
  • Peralatan jahit
  • Alat tulis dan penggaris
  • Kuas
  • Setrika
  • Lem panas/tembak
  • Sikat
  • Tang mata ayam
  • Tang jepit
  • Jangka
  • Air bersih
  • Soda api (natrium hidroksida)
  • Kaporit
  • Hypochlorit
  • Resin
  • Vernish
  • Pewarna
  • Thinner
  • Kancing rekat
  • Daun resleting
  • Pernak-pernik
  • Cermin
  • Cincin tali tas
  • Mata ayam
  • Busa ati
  • Plastik mika

Cara membuat Kerajinan tangan dari daun mangga

Pemasakan/Perebusan

Daun-daun mangga tua yang berserakan, apalagi yang benar-benar kering tidak bisa dibentuk karena mudah robek dan mudah patah di bagian tulang tengah daunnya. Supaya bisa dibentuk, harus dimasak dengan bantuan sedikit bahan kimia (untuk menghilangkan zat hijau daun yang tersisa). Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  • Masukkan air bersih beberapa gayung ke dalam panci, tambahkan soda api. Setiap satu gayung air, masukkan dua sendok makan soda api.
  • Aduk memakai sendok sebentar, lalu masukkan kumpulan daun kering. Masukkan daun dengan cara ditekuk mengikuti bentuk panci agar memuat daun lebih banyak.
  • Masak di atas api kompor dengan nyala sedang. Perlahan air rebusan berubah warna menjadi kecokelatan. Tenggelamkan daun yang mengambang memakai sendok. Masak sampai air mendidih sambil sesekali menenggelamkan daun yang tidak terendam. Kerjakan secara hati-hati agar daun tidak sobek.
  • Angkat panci setelah daun layu dan berubah warna menjadi cokelat pekat. Biarkan rebusan daun sampai dingin.

Pengerjaan Dasar Kerajinan tangan dari daun mangga

Sebelum membuat pola yang diinginkan, beberapa tahap dasar yang harus dikerjakan sebagai berikut.

  • Rebus daun dengan larutan soda api, angkat, dan biarkan hingga dingin
  • Rendam dalam air bersih lalu rendam lagi dalam larutan kaporit.
  • Cuci bersih kotoran yang masih melekat atau serbuk kaporit yang menempel pada daun.
  • Rendam dalam larutan hypochlorit sompai berwarnaputih bersih.
  • Rendam dalam air bersih untuk menghilangkan laruton hypochlorit pada daun. Angin-anginkan sampai kering.
  • Susun daun membentuk lembaran sesuai kebutuhan

Pemutihan

Ada tiga bahan kimia yang digunakan dalam pemutihan, Anda boleh memilih salah satu atau ketiganya. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Buang rebusan air hasil pemasakan daun.
  • Siapkan air bersih dalam baskom atau ember.
  • Masukkan lembaran daun ke dalam ember berisi air bersih. Diamkan selama 30-60 menit agar cairan.bekas rebusan yang terasa licin pada daun larut bersama air bersih.
  • Buang air rendaman yang berwarna cokelat, ulangi sekali lagi. Bila perlu, rendam sampai bersih karena semakin bersih akan mempercepat jalannya pemutihan.
  • Siapkan wadah berisi air bersih, tambahkan serbuk kaporit. Perbandingannya, setiap 2 gayung air ditambah 1 sendok makan serbuk kaporit. Aduk sampai larut.
  • Masukkan daun ke dalam larutan kaporit sampai benar-benar terendam. Lamanya pemutihan 6-12jam.

Dari perendaman kaporit bisa langsung dibersihkan untuk selanjutnya menuju tahap pengeringan atau direndam ke dalam larutan pernutih lainnya (H 2 0 2 atau hypochlorit). Lama perendaman 2-10jam.

Masing-masing hasil pemutihan dari ketiga bahan pemutih sebagai berikut.

• Kaporit, menghasilkan warna putih kecokelatan sampai putih dengan tulang tengah daun berwarna tetap cokelat hingga putih.

• Larutan H2O2 berubah menjadi putih kekuningan termasuk tulang tengah daunnya.

• Dari kaporit ke hypochlorit menghasilkan warna putih bersih.

Pemutihan bisa dilakukan langsung dengan hypochlorit atau H2O2 tetapi sebaiknya diberi kaporit terlebih dahulu untuk menghemat pemakaian bahan pemutih cair. Berikut perbandingannya:

Air dan hypochlorit : 4 – 6: 1

Air dan H2O2 : 4 – 6: 1

Perlu diperhatikan, ketika merendam dengan serbuk kaporit sebaiknya bersihkan terlebih dahulu sebelum direndam ke pemutih lain. Hasil dari penggunaan lebih dari satu pemutih adalah daun lebih lemas. Sebagai catatan, penulis hanya menggunakan satu._pemutih saja, yaitu serbuk kaporit.

Pengerjaan Dasar

Tahap-tahap pembuatan kerajinan,dari daun mangga sebagai berikut.

Pengumpulan Daun

Hal-hal yang harus diperhatikan sebagai berikut :

  • Hanya menggunakan daun yang berguguran di tanah.
  • Pilihlah daun yang benar-benar kering, ditandai dengan warna kuning sampai cokelat tua.
  • Pilihlah daun yang masih bagus, tidak sobek, atau berlubang di bagian tengah dan pinggirannya.
  • Kumpulkan daun sebanyak yang anda butuhkan.

Pembersihan Awal

Daun-daun yang dikumpulkan sebaiknya tidak langsung diolah, bersihkan dahulu dengan cara berikut.

  • Pisahkan daun menjadi dua bagian, yang bersih dan yang kotor.
  • Rendam kumpulan daun kotor dalam ember berisi air bersih beberapa saat agar kotoran yang melekat mudah dibersihkan.
  • Bersihkan lembaran daun kotor dari tanah dan noda-noda hitam yang melekat memakai ibu jari tangan. Pembersihan ini penting karena ketika tahap pemutihan, noda-noda akan terlihat jelas dan lebih sulit dibersihkan.
  • Setelah dibersihkan, daun bisa langsung dimasak atau digunting untuk membuang tulang tengah daun. Langkah ini tergantung pada barang yang akan dibuat.

Pembersihan Akhir

Setelah perendaman dengan larutan kaporit, daun harus dibersihkan sekali lagi agar hasilnya lebih bagus. Noda-noda hitam yang terlewat pada pembersihan sebelum perebusan akan terlihat. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Siapkan dua wadah berisi air bersih.
  • Ambil satu helai daun dari rendaman kaporit, celupkan ke dalam salah satu wadah air bersih untuk melepas serbuk kaporit yang menempel.
  • Masukkan ke dalam wadah berisi air bersih berikutnya sambil membersihkan noda-noda hitam dan serbuk kaporit yang masih melekat pada semua bagian daun mangga dengan memakai ibujari dan telunjuk. Lakukan hingga helaian daun tidak terasa licin, hati-hati jangan sampai merobek daun.
  • Ulangi langkah 2 dan 3 pada semua helai daun.
  • Pembersihan atau tepatnya perendaman dengan air bersih juga harus dilakukan setelah pernutihan menggunakan pemutih cair. Caranya, masukkan helai demi helai daun ke dalam air bersih, diarnkan beberapa saat sekitar 5-10 menit agar cairan kimia yang melekat larut, lalu buang airnya.

Pengeringan

Pengeringan sebaiknya dengan cara diangin-anginkan saja,jangan terkena sinar matahari secara langsung. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Letakkan setiap helai daun pada permukaan yang cukup luas dan bersih selama sekitar 2 jam.
  • Daun yang mengering bentuknya akan terlihat menggulung atau melengkung.
  • Setrika daun yang menggulung supaya rapi, sebaiknya disetrika pada satu permukaan saja (bagian atas).
  • Pengeringan bisa dilakukan pada malam hari supaya helaian daun

Perekatan dan Pelapisan Luar

Helaian daun disusun dan direkatkan satu sama lain memakai lem putih hingga membentuk lembaran yang nantinya bisa dipola dan digunting sesuai keinginan. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Pilih helaian daun yang ukuran panjangnya sama.
  • Baluri sebagian lembaran daun dengan lem putih mernakai kuas lukis no.12.
  • Ambil selembar daun lalu rekatkan satu sama lain.
  • Kerjakan untuk daun-daun berikutnya sehingga membentuk sebuah lembaran dengan tampilan seragam. Semua permukaan bagian atas daun menghadap ke arah Anda.
  • Diamkan lembaran sampai lemnya benar-benar kering.
  • Setrika lembaran dengan cara ditekan, bukan digosok, supaya setiap sambungan rapat dan lembaran menjadi rapi.
  • Gunting setiap sisi lembaran hingga membentuk persegi yang rapi pada masing-masing pinggirannya.
  • Baluri kembali permukaan lembaran daun bagian atas dengan lem putih agar lembaran daun menjadi kuat dan lentur.
  • Diamkan lembaran sampai lemnya benar-benar kering dan setrika kembali (dengan cara ditekan-tekan). Lembaran siap dipola.

Pewarnaan

Lembaran warna daun hasil pemutihan nampak indah dan guratan tulang daun sangat unik sehingga warna putih polos berkesan alami. Jika Anda suka, lembaran daun bisa diwarnai sesuai dengan selera. Ada beberapa jenis pewarna yang bisa Anda coba. Langkah-langkahnya sebagai berikut.

  • Bila menggunakan cat sablon, campurkan pewarna dengan lem putih sampai tercampur sempurna. Balurkan pada lembaran daun (langkah perekatan no.8).
  • Jika menggunakan pewarna kain (wantex), rebus setelah daun dibersihkan. Biarkan dingin, cuci, lalu keringkan.

Setelah pelapisan dengan lem putih, lembaran polos dan berwarna bisa langsung dibuat pola. Namun, untuk barang yang berpeluang sering dipegang, disarankan dilapisi kembali dengan cat semprot kaleng warna bening agar tahan air.

Kerajinan tangan dari daun mangga kering yang dikumpulkan tersebut terlebih dahulu dibersihkan. Daun kering tersebut kemudian direbus bersama campuran zat kimia untuk menghilangkan zat klorofil dan agar tidak mudah robek. Setelah satu hingga dua jam perebusan, daun-daun tersebut diangin-anginkan dan disetrika. “Kemudian daun-daun tersebut direkatkan dengan lem kayu sesuai dengan pola produk yang ingin dihasilkan.

Artikel yang terkait dengan Kerajinan tangan dari daun mangga, artikel kerajinan daun kering, cara membuat kerajinan daun kering, contoh kerajinan dari daun kering, kerajinan daun kering

Kerajinan tangan dari daun mangga